Kali ini saya ini membahas mengenai donat. Kamu pasti tahu kan, makanan yang satu ini? Lantas, apa yang kamu pikirkan atau apa yang ada dibenak kamu ketika mendengar kata 'donat'? Tak sedikit orang yang berpikir bahwa donat itu makanan (kue/roti) yang tengahnya bolong.
Donat (doughnut atau donut dalam bahasa Inggris) adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi yang rasanya manis, seperti berbagai jenis selai, jelly, krim, dan custard. (Wikipedia)
Pasti banyak yang berpikir bahwa donat itu ya makanan yang bolong tengahnya, kalau gak bolong ya bukan donat. Ya, yang ada dibenak mereka adalah bahwa donat merupakan kue/roti yang tengahnya bolong. Memang hal itu benar, secara umum yang kita lihat dan kita tahu bahwa donat itu makanan (kue/roti) yang tengahnya bolong, tapi kalau gak bolong bukan berarti itu bukan donat, guys!
Ada beberapa macam bentuk donat, selain donat yang tengahnya bolong ternyata juga ada yang tengahnya tidak bolong, seperti donat isi. Bahkan ada yang berbentuk bulat kemudian ditusuk dengan lidi menyerupai sate. Ya, itu donat sate.
Sebenarnya ini hanya soal bentuk saja. Dimana bentuk dibuat berdasarkan keinginan si pembuat donat itu. Padahal komposisi adonannya tetap sama. Namun, karena sudah dari dulu yang namanya donat bentuknya seperti itu (bundar dan bolong), jadi hal itu pun dilakukan sampai sekarang. Ya, bisa dibilang turun temurun lah yaa..
Menurut saya sebenarnya itu menyangkut soal persepsi seseorang. Lebih tepatnya positioning, yaitu bagaimana donat itu menempati sebuah posisi tertentu dibenak seseorang (memiliki kesan tertentu agar mudah diingat seseorang). Bahasa gampangnya yaitu apa yang dibenak seseorang. Nah, positioning donat yang sudah tertanam di kalangan masyarakat umum itu adalah kue/roti yang berbentuk bundar dan bolong tengahnya. Jadi, tak jarang jika seseorang membuat donat itu bentuknya bundar dan bolong dan tak jarang pula jika seseorang melihat kue/roti yang berbentuk bundar dan bolong itu adalah donat. Padahal belum tentu donat yaa.. Tetapi untuk masyarakat jaman modern seperti sekarang ini sudah bisa membedakan dengan lebih spesifik antara donat dengan makanan lain yang sejenis (sama kue/roti), yaitu berdasarkan tekstur atau berdasarkan adonan yang menjadi komposisinya.
Jadi, sebenarnya dalam konteks ini saya membahas mengenai positioning, hanya saja saya kaitkan dengan contoh real yang terjadi dimasyarakat umum. Kenapa saya membahasnya donat? Karena saya habis makan donat. Hehee.. (Gak sengaja setelah melihat dan memikmati donat yang memiliki beberapa bentuk disalah satu cafe, saya jadi kepikiran nulis ini. Hehee.. 😊
Btw, sebenarnya ini tulisan lampau saya yang tersimpan di draft, cuman saya baru menyelesaikan. Hehee.. Sayang juga kalo gak diselesein dan menuh-menuhin draft.
Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Donat
Donat (doughnut atau donut dalam bahasa Inggris) adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi yang rasanya manis, seperti berbagai jenis selai, jelly, krim, dan custard. (Wikipedia)
Pasti banyak yang berpikir bahwa donat itu ya makanan yang bolong tengahnya, kalau gak bolong ya bukan donat. Ya, yang ada dibenak mereka adalah bahwa donat merupakan kue/roti yang tengahnya bolong. Memang hal itu benar, secara umum yang kita lihat dan kita tahu bahwa donat itu makanan (kue/roti) yang tengahnya bolong, tapi kalau gak bolong bukan berarti itu bukan donat, guys!
Ada beberapa macam bentuk donat, selain donat yang tengahnya bolong ternyata juga ada yang tengahnya tidak bolong, seperti donat isi. Bahkan ada yang berbentuk bulat kemudian ditusuk dengan lidi menyerupai sate. Ya, itu donat sate.
Sebenarnya ini hanya soal bentuk saja. Dimana bentuk dibuat berdasarkan keinginan si pembuat donat itu. Padahal komposisi adonannya tetap sama. Namun, karena sudah dari dulu yang namanya donat bentuknya seperti itu (bundar dan bolong), jadi hal itu pun dilakukan sampai sekarang. Ya, bisa dibilang turun temurun lah yaa..
Menurut saya sebenarnya itu menyangkut soal persepsi seseorang. Lebih tepatnya positioning, yaitu bagaimana donat itu menempati sebuah posisi tertentu dibenak seseorang (memiliki kesan tertentu agar mudah diingat seseorang). Bahasa gampangnya yaitu apa yang dibenak seseorang. Nah, positioning donat yang sudah tertanam di kalangan masyarakat umum itu adalah kue/roti yang berbentuk bundar dan bolong tengahnya. Jadi, tak jarang jika seseorang membuat donat itu bentuknya bundar dan bolong dan tak jarang pula jika seseorang melihat kue/roti yang berbentuk bundar dan bolong itu adalah donat. Padahal belum tentu donat yaa.. Tetapi untuk masyarakat jaman modern seperti sekarang ini sudah bisa membedakan dengan lebih spesifik antara donat dengan makanan lain yang sejenis (sama kue/roti), yaitu berdasarkan tekstur atau berdasarkan adonan yang menjadi komposisinya.
Jadi, sebenarnya dalam konteks ini saya membahas mengenai positioning, hanya saja saya kaitkan dengan contoh real yang terjadi dimasyarakat umum. Kenapa saya membahasnya donat? Karena saya habis makan donat. Hehee.. (Gak sengaja setelah melihat dan memikmati donat yang memiliki beberapa bentuk disalah satu cafe, saya jadi kepikiran nulis ini. Hehee.. 😊
Btw, sebenarnya ini tulisan lampau saya yang tersimpan di draft, cuman saya baru menyelesaikan. Hehee.. Sayang juga kalo gak diselesein dan menuh-menuhin draft.
Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Donat
Komentar
Posting Komentar