Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Tanyaku Tentang Malaikat Tanpa Sayap

Apakah kau malaikat tanpa sayap yang dikirimkan Tuhan untuk menyembuhkan lukaku? Kau tiba-tiba datang mengetuk pintu hati yang masih tertutup oleh luka Kau datang bukan dengan tangan kosong Kau datang dengan membawa sebongkah obat penawar luka Kau tercipta dari cahaya Kau adalah cahaya harapan Aku berharap.. kau bukan hanya sekedar harapan tetapi kepastian Karena aku butuh kepastian yang nyata, agar tak ada keraguan Kartasura, 29 Agustus 2018

Surat Untuk Kau

Teruntuk kau, Semoga kau adalah obat penawar yang dapat menyembuhkan lukaku Semoga kau adalah awal dari sebuah kisah baru Semoga kau adalah awal kebahagiaan untuk menjadi kita Sungguh, aku tak ingin bermain-main jika sudah berbicara soal hati Karena aku ingin sungguh-sungguh Aku ingin jawaban yang meyakinkan bukan hanya mengiyakan Aku ingin kepastian bukan janji palsu Jangan tanya tentang kesetiaanku Yakinkan aku, aku pasti setia Hargai kepercayaanku, aku pasti mempercayai Tentukan komitmen yang jelas, aku pasti berkomitmen Kartasura, 29 Agustus 2018

Kenapa Menghilang?

Kenapa menghilang? Padahal sudah bertemu. Sesuatu yang hilang biasanya ingin dilupakan. Tapi, ada juga yang mengatakan bahwa ia ingin dicari. Lantas, jika ingin dicari kenapa menghilang? Padahal jika ia ingin ditemukan tak perlu untuk menghilang. Ini hanya akan membuat seseorang yang mencari khawatir. Khawatir akan keberadaannya, apakah bisa ditemukan ataukah benar-benar menghilang? Ya, khawatir akan semuanya. Dan ini juga hanya akan membuat sebuah teka-teki. Kau emang berharga layaknya perhiasan yang menghiasi hatiku, kau bagai mutiara dihatiku. Tapi, kau bukan harta karun. Kenapa menghilang? Apakah memang sengaja hanya untuk melihat perjuangan seseorang dalam mencari? Agar yang dicari tahu seberapa bermaknanya ia? Tapi, apakah yang dicari tahu tentang rintangan sang pencari? Kenapa tak lebih baik jika saling temu? Jadi, sama-sama mencari dan dicari. Dan yang pasti, sama-sama merasakan hal yang sama sehingga tak lagi ada kata menghilang, melupa dan mencari. Yang ada sali...

Ku Kira Kau Rumah (Part III)

Ku kira kau rumah Ternyata kau hanya tempat beristirahat Padahal aku tak ingin hengkang dari rumah itu Aku ingin selalu beristirahat dalam rumah itu Adakah penghuni lain yang menempati rumah itu? Hingga aku harus singgah Sudah tak ada ruang lagikah untukku? Bahkan untuk sekedar menempati celah disudut-sudut rumah? Jika memang ada penghuni lain tinggal dirumah itu Maka aku akan benar-benar pergi. Karena aku tak ingin berbagi dengan penghuni lain, meskipun masih ada sisa ruang Aku hanya ingin bersama rumah itu tanpa penghuni lain yang merusak kehangatan. Kamarku - 24 Agustus 2018

Ku Kira Kau Rumah (Part II)

Ku kira kau rumah.. Ternyata kau hanya tempat persingggahan.. Padahal aku sudah nyaman tuk berteduh. Aku tak ingin singgah. Tiap kali diriku pergi. Aku ingin selalu pulang. Dan berlama-lama. Hingga aku terlelap dalam hangatnya rumah itu. Aku rindu rumah itu. Aku rindu, sangat rindu. Sulit sekali untuk meninggalkan rumah itu. Aku ingin kembali. Ya, pulang dan kembali menikmati hangatnya rumah itu. Lagi dan lagi.. Kamarku - 24 Agustus 2018

Ku Kira Kau Rumah (Part I)

Ku kira kau rumah.. Ternyata kau hanya tempat berteduh.. Kala itu hujan turun dengan begitu deras. Aku menemukan rumah yang nyaman untuk berteduh. Begitu nyaman. Hingga aku merasa betah. Lalu aku kembali berkunjung ke rumah itu. Hingga pada akhirnya aku diijinkan tinggal dirumah itu. Ya, rumah itu jadi milikku. Rumah itu menjadi tempatku pulang dalam segala suka dan duka. Rumah itu benar-benar memberiku kehangatan yang sempurna. Aku tak lagi kenal dingin, aku tak lagi kenal takut akan ketiadaan tempat berteduh. Aku terlalu dimanjakan dengan rumah semewah itu, hingga aku benar-benar hanyut untuk menikmati mewahnya rumah itu. Tapi, suatu ketika sesuatu mengguncang rumah itu. Hujan pun turun dengan derasnya tanpa henti-henti. Rumah itu retak dan hancur. Sehingga aku tak bisa lagi tinggal di rumah itu bahkan untuk berteduh, karena rumah itu goyah akan badai yang menghantam dan kurang pondasi yang kokoh sehingga mudah hancur. Kamarku - 24 Agustus 2018